MILENIAL & GEN Z SUSAH BELI RUMAH, MENGAPA?

Menteri Keuangan Sri Mulyani belakangan ini mengeluarkan statement yang membuat generasi milenial semakin cemas dengan kejelasan masa depannya terutama dalam bidang finansial. Sri Mulyani mengatakan bahwa generasi milenial makin sulit punya rumah karena kenaikan harga rumah yang tidak sebanding dengan pendapatan. “Generasi muda ini kemudian akan berumah tangga, kemudian mereka membutuhkan rumah. Tapi mereka cannot afford untuk mendapatkan rumah karena purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya, lebih tinggi” ujarnya dalam acara Securitizatin Summit 2022.  Wow sungguh menggemparkan yaa pernyataan tersebut!

Menurut Survei Aspirasi Anak Muda yang dilakukan oleh KG Media kepada 3.224 responden yang 83%-nya berusia 17 – 34 tahun, menunjukkan masalah sama yang kerap dihadapi, yakni finansial dan kesulitan mendapat pekerjaan. Selama 2011-2021, menurut hitungan PIR, kemampuan pekerja Jakarta membeli rumah berkisar Rp 40,4 juta hingga Rp 158 juta. Hal itu berbading terbalik dengan harga rumah tapak tipe 36 yang sudah mencapai Rp 300 juta di tahun 2010, dan terus naik hingga 2021 mencapai Rp 564 juta.

Terdapat selisih yang besar antara kemampuan pekerja Jakarta membeli rumah dengan harga rumah. Selisih selama 10 tahun terus membesar, dari Rp 259 juta di 2010, naik hampir dua kali lipat menjadi Rp 405 juta. 

Selain data diatas , berikut kami simpulkan beberapa alasan generasi milenial dan gen Z akan susah untuk memiliki rumah sendiri

  1. Resesi; Resesi menyebabkan banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), kehilangan pekerjaan, lalu mengalami kesulitan ekonomi. Kondisi tersebut menyulitkan bisnis properti karena akan terjadi penurunan daya beli akibat banyak orang yang kehilangan pekerjaan. 
  2. Harga rumah meningkat drastis; Harga rumah yang selalu meningkat setiap tahunnya dan tidak dibarengi dengan penghasilan membuat generasi milenial mengalami kesulitan dalam membeli rumah.
  3. Generasi boomers lebih memilih mengoleksi rumah;
  4. Banyak boomers yang lebih memilih untuk “menyimpan” rumah mereka sehingga rumah yang dijual akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu.

Nah jadi itu adalah beberapa alasan mengapa generasi milenial dan gen Z dinilai sulit memiliki rumah sendiri di masa depan nanti. Menurut kalian apa yang harus kita lakukan nih dalam menghadapi “ancaman” tersebut di masa depan?