Tertarik Bikin Startup? Ternyata ada tingkatannya loh!

Era industri digital 4.0 yang saat ini sedang kita jalani menarik banyak orang untuk mendirikan startup. Kondisi pandemi covid-19 juga mengubah cara kita memenuhi kebutuhan menjadi melalui platform online, sehingga ide-ide baru muncul dan melahirkan startup baru untuk mempermudah penggunanya memenuhi kebutuhan. Bahkan, Indonesia sendiri terhitung telah memiliki 2.305 perusahaan startup pada tahun 2019 dan masuk ke dalam 5 besar negara dengan startup terbanyak di dunia!

Tapi tau gak, sih? Nilai valuasi atau nilai ekonomi yang dimiliki perusahaan startup ternyata menjadi standar dalam mengukur tingkatan/level perusahaan tersebut. Udah tau ada tingkatan apa aja? Bukan cuma unicorn sama decacorn, loh!

Cockroach
Startup yang baru saja dirintis berada dalam tingkatan cockroach/kecoak. Penamaan cockroach berasal dari sifat kecoak yang daya tahan hidupnya tinggi. Artinya, startup yang baru berdiri ini sedang gigih dalam mengembangkan perusahaannya dan berusaha keras menarik investor. Nilai valuasi startup ditingkat cockroach adalah < US$ 10 juta.

Ponies
Pada tingkat ponies/kuda poni, perusahaan memiliki nilai valuasi ≥ US$ 10 juta. Perusahaan startup masih memiliki tantangan untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaannya ke tingkat selanjutnya dengan menarik investor menanamkan modalnya.

Centaurs
Centaurs adalah nama makhluk mitologi Yunani yang berbadan kuda dan berkepala manusia. Nilai valuasi startup pada tingkat ini adalah ≥ US$ 100 juta. Jika sudah menginjak tingkatan ini, akan semakin banyak investor besar yang menanamkan modal dan waktu yang perlu ditempuh untuk mencapai tingkat unicorn biasanya lebih cepat dari tingkat sebelumnya. Per November 2021, Indonesia telah memiliki 50 startup centaurs, diantaranya ada SiCepat, Halodoc, Bibit, Vidio, dan lain-lain.

Unicorn
Setelah melewati tingkat centaurs, perusahaan startup akan masuk ke tingkat Unicorn. Tau kan, apa itu unicorn? Kuda dalam kisah mitologi yang memiliki tanduk pada dahi. Penggunaan istiliah unicorn adalah karena untuk menjadi startup unicorn merupakan langkah yang sulit dan cukup langka terjadi. Nilai valuasi startup unicorn adalah ≥ US$ 1 miliar. Startup asal Indonesia yang masuk ke dalam jajaran unicorn adalah Traveloka, Bukalapak, OVO, Blibli, Xendit, Tiket, J&T Express, Ajaib, dan Kopi Kenangan.

Decacorn
Seperti namanya, yaitu deka (dalam bahasa Yunani berarti sepuluh) yang disatukan dengan istilah unicorn, nilai valuasi startup decacorn adalah sepuluh kali lipat startup unicorn, yakni ≥ US$ 10 miliar. Perusahaan startup Indonesia yang pertama kali menyandang gelar decacorn adalah Gojek dan sekarang sudah disusul oleh Tokopedia.

Hectocorn
Dengan nilai valuasi ≥ US$ 100 miliar, startup hectocorn sudah pasti adalah perusahaan kelas dunia. Tantangan yang harus dihadapi perusahaan pada tingkat ini adalah perubahan global dan perkembangan teknologi, sehingga diperlukan kemampuan untuk mampu beradaptasi agar mampu berkompetisi dalam persaingan global. Google, Alibaba, Microsoft, Oracle, dan Apple merupakan perusahaan yang telah mencapai tingkat hectocorn.